BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 15 Mei 2009

kanker Darah Putih (Leukemia)

Penyakit Leukemia ditemukan pada abad 19. Leukemia merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi momok bagi banyak orang. Kanker adalah sekelompok penyakit yang saling berkaitan satu sama lain.

Semua jenis kanker bermula dari kelainan sel, kemudian menyerang darah dan jaringan. Secara normal, sel akan tumbuh dan memisah menjadi sel baru ketika tubuh membutuhkannya. Ketika sel menua, maka sel tersebut akan mati dan sel-sel baru akan menggantikan tempatnya. Kadang-kadang urutan proses ini berlangsung menyimpang. Sel-sel baru tumbuh dan berkembang biak ketika tubuh tidak membutuhkannya. Sel-sel yang telah tua juga tidak mati seperti seharusnya terjadi.

Leukemia bermula dari kelainan seperti ini, yaitu kelainan sel darah putih. Sel darah putih yang abnormal ini kemudian disebut dengan sel kanker. Pada awalnya, sel kanker ini masih dapat berfungsi hampir mendekati normal. Namun, lama kelamaan sel kanker menjadi berkembang sangat banyak sehingga mendesak dan mengganggu fungsi sel darah yang lain. Pada awal penemuannya, penampakan kelainan sel darah putih (leukosit) tampak homogen. Namun, dengan berkembangnya teknologi kedokteran di bidang patologi dan sitologi, kelainan sel darah putih mulai tampak heterogen dengan rentang gejala yang bervariasi, mulai dari kronis hingga akut.

Gejala umum Leukemia adalah :

1. Demam dan berkeringat pada malam hari

2. Sering mengalami infeksi

3. Kelelahan dan lemas

4. Sakit kepala

5. Pendarahan, misalnya gusi berdarah, lebam kebiruan pada kulit, dan bintik merah di bawah kulit.

6. Nyeri tulang atau persendian

7. Berat badan turun secara drastis

8. Rasa tidak nyaman di dada dikarenakan pembesaran pembuluh darah

9. Pembengkakan kelenjar limpa, terutama di ketiak dan leher


Jenis-Jenis Leukemia

Leukemia dikelompokkan berdasarkan seberapa cepat penyakitnya timbul dan berkembang. Oleh karena itu, terdapat dua kelompok besar leukemia, yaitu :

1. Leukemia kronis, yaitu sel kanker yang munculnya lama. Terkadang, penderita Leukemia kronis tidak merasakan gejala apa-apa. Kondisi penderita memburuk dalam tempo lama.

2. Leukemia akut, yaitu kelainan sel darah yang sangat abnormal. Sel kanker ini sudah hampir tidak dapat berfungsi normal. Jumlah sel kanker berkembang dalam jumlah besar dengan sangat cepat. Keadaan penderita Leukemia akut cepat memburuk.



Tipe Leukemia juga dikelompokkan berdasar tipe sel darah putih yang terinfeksi. Leukemia dapat menyerang sel lymphoid atau sel myeloid. Sel Lymphoid dihasilkan kelenjar limpa yang berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh. Sel Myeloid adalah suatu materi yang dihasilkan oleh sumsum tulang. Leukemia yang menyerang sel lymphoid disebut dengan Lymphocytic Leukemia. Leukemia yang menyerang sel myeloid disebut dengan Myelogenous Leukemia. Terdapat empat tipe leukemia berdasarkan tipe sel darah putih yang diserang, yaitu :

1. Lymphocytic Leukemia kronis (Chronic Lymphoblastic Leukemia/CLL), yaitu tipe Leukemia yang lebih sering menyerang orang tua di atas 55 tahun.

2. Myeloid Leukemia kronis (Chronic Myelogenous Leukemia/CML), yaitu tipe Leukemia yang menyerang orang dewasa.

3. Lymphocytic Leukemia akut (Acute Lymphoblastic Leukemia/ALL), yaitu tipe Leukemia yang umum ditemui pada penderita anak-anak. Tetapi, ALL juga menyerang orang dewasa.

4. Myeloid Leukemia akut (Acute Myelogenous Leukemia/AML), yaitu tipe Leukemia yang menyerang pada penderita anak-anak dan orang dewasa.

Selain itu, masih terdapat satu tipe Leukemia kronis yang sangat jarang dijumpai, yaitu Hairy Cell Leukemia.


Jumat, 30 Januari 2009

Hilangnya dua tanker tambun KC-135 AU AS di 900 mil sebelah timur-laut Miami pada 1963 menambah pekat misteri Segitiga Bermuda. Akibat vile vortices, magnetisme, atau proyek rahasia AS?

Tanker KC-135 Tanker tambun seperti inilah yang hilang di atas perairan Segitiga Bermuda pada 1963./Foto: NASA

Hari itu, Rabu, tanggal 28 Agustus 1963. Sebagimana tugas rutin lainnya,dua pemasok bahan bakar di udara KC-135 siap diminta terbang kemana saja. Dan, siang hari itu tanpa beban firasat apa-apa, keduanya melenggang begitu saja setelah mendapat perintah terbang ke arah Lautan Atlantik. Dengan 25.000 galon bahan bakar jet beroktan tinggi diperutnya, mereka ditugasi mengisi bahan bakar ke sejumlah pesawat militer AS di udara. Lepas landas dari pangkalannya di Lanud Homestead, Florida, dengan kecepatan jelajah 600 mil per jam, keduanya lalu mengejar buruannya masing-masing ke lokasi yang telah ditentukan. Kontak radio terjadi ketika pilotnya melapor posisi pada 900 mil sebelah timur-laut Miami, kira-kira tengah hari. Namun setelah itu kedua tanker sehaga empat juta dollar ini seolah ditelan langit. Kedua pesawat dengan 11 awaknya tersebut tiba-tiba raib begitu saja.

Setelah menara Homestead menunggu hingga batas waktu kedatangan (ETA) pada jam 14.00 waktu setempat keduanya tak muncul, notam bahwa keduanya hilang dalam tugas pun disebar. Satu-satunya jejak awal yang berhasil didapat adalah laporan dari pilot KC-135 lainnya yang telah lebih dulu mendarat. Pilotnya mengatakan bahwa mereka sempat berpapasan di udara sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Mereka lenyap begitu saja setelah mengisi tanki dua pembom jet B47 milik AU AS di atas Atlantik.

Mengantisipasi raibnya kedua stratotanker, pihak Lanud Homestead pun segera mengerahkan upaya pencarian. Sekitar 24 pesawat dikerahkan ke 900 mil sebelah timur-laut Miami, lokasi dimana kontak terakhir itu terjadi. Tetapi hingga tengah malam tak sebuah pecahan dan benda yang mencurigakan ditemukan. Keesokan harinya, upaya pencarian kembali dikerahkan. Kali itu kekuatan dilipatgandakan, dan empat kapal pencari Pasukan Pengaman Pantai AS (US Coast Guard) ikut mendukung. Namun hasilnya tetap sama saja. Nihil. Sesuai prosedur, untuk sementara upaya pencarian dihentikan dan laporan mengenai hilangnya kedua KC-135 pun disiarkan ke berbagai pihak. Termasuk ke berbagai media penerbitan dan siaran televisi.

Diluar dugaan, dua hari setelah kejadian, sebuah pesawat milik AU AS tiba-tiba melihat jejak terhampar di laut masih di sekitar posisi yang dicurigai. Dan setelah dihampiri, ternyata di sana mereka menemukan helm pilot, life jacket, kartu navigasi, panel kokpit, dan peralatan lain yang diyakini sebagai ceceran KC-135 yang nahas. Tak berapa lama kemudian ditemukan lagi ceceran lain yang diduga milik KC-135 kedua. Karena jarak ceceran yang satu dengan yang lain sekitar 160 mil, teori yang mengatakan bahwa kedua pesawat bertabrakan di udara seperti yang santer dibicarakan pun 'gugur'.

Lalu apa yang menyebabkan kedua pesawat sama-sama hancur dalam waktu yang diduga bersamaan pada jarak yang lumayan agak berjauhan? Teori kerusakan mesin sulit sekali diterima mengingat tingkat koinsidensinya kecil sekali. Faktor eksternal-kah?

Magnet atau UFO?

Bagi sementara kalangan yang mukim di wilayah Miami dan sekitarnya, nahas yang dialami awak Homestead tersebut memang misteri, namun mereka bisa 'memahaminya' karena kasus-kasus seperti ini seolah kerap terjadi di beranda mereka. Kedua KC-135 berikut 11 awaknya itu adalah korban kesekian dari 'keganasan' Segitiga Bermuda. Namun, seperti yang sudah-sudah, memang jarang sekali ada penjelasan dari kasus-kasus hilangnya kapal atau pesawat terbang di wilayah paling angker dari Lautan Atlantik, yang dibatasi Pulau Bermuda di sebelah Utara, Florida di sebelah Barat, dan Puerto Rico di sebelah Timur ini.

Alkisah mengatakan, laut dan udara di wilayah ini tak pernah menunjukkan gejala gangguan apa-apa menjelang pesawat atau kapal tiba-tiba hilang di sini. Kesan inilah yang membuat opini bahwa sampai-sampai pilot atau nakhoda tak pernah sempat lagi mengambil langkah untuk menghindar. Dan, fenomena yang terjadi di sana memang seolah terlalu dahsyat untuk dihindari. Kesan ini pun seolah membenarkan laporan yang diumumkan jurubicara Lanud Schilling, bahwa tak ada distress call menjelang musibah itu terjadi.

Menanggapi berbagai musibah yang telah terjadi sejak tahun 40-an, selanjutnya memang melahirkan berbagai teori yang kadang terdengar ajaib. Karena gejala umum yang kerap dilaporkan adalah kehilangan orientasi, sejumlah pihak menyebut; penyebabnya mungkin abrasi atmosfer, gangguan magnetik dan gravitasi, gempa di dasar laut, atau gelombang tidal. Lebih jauh, karena sebagian besar korban tak bisa ditemukan di sekitar reruntukan seperti juga yang terjadi pada kasus KC-135 ini , peristiwanya kemudian juga dikait-kaitkan dengan upaya penculikan oleh sekelompok makhluk asing (UFO) yang kabarnya sering mondar-mandir di sana.

Sebuah upaya penelitian ilmiah bukannya belum pernah dicobakan di sini. Paling tidak hal ini pernah dilakukan pemerintah AS dengan mengirim kapal tanpa awak yang dikendalikan dengan remote-control. Namun demikian, kapal yang dipenuhi bermacam-macam sensor penjejak dan pencatat ini, sayangnya, tak pernah juga berhasil mencatat gejala-gejala yang mencurigakan. Inilah yang membuat seluruh misteri di Segitiga Bermuda tak kunjung mendapat penjelasan yang memuaskan secara ilmiah. Hingga kini.

Dilain pihak, kenyataan inilah yang uniknya kerap membuat para ilmuwan dunia bertanya-tanya. Dunia telah merengkuh temuan dan pemahaman yang begitu tinggi dalam bidang science dan wahana tanpa awak, akan tetapi mengapa fenomena 'di depan mata itu' tak pernah juga bisa disibak? Tak kurang dari Zadrach L. Dupe, pakar dari Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB, mengungkap ironi tersebut kepada Angkasa, akhir September lalu di Jakarta. Itu sebabnya, ia mencurigai seperti juga yang diantisipasi ilmuwan dunia lainnya ada satu atau beberapa negara adidaya yang berdiri di belakang berbagai misteri tersebut. Perkiraan ini nampaknya tak berlebihan, mengingat pada tahun 60-an, sebuah badan penyelidik Kanada pernah memergoki pemerintah AS tengah mengupayakan sebuah proyek dengan peralatan magnet besar yang beberapa tahun kemudian diakui sebagai Project Magnet. Proyek seperti ini sangat mungkin berpengaruh karena bisa mengakibatkan pesawat atau kapal celaka akibat disorientasi.

Akan tetapi, dugaan seperti itu termasuk juga dugaan bahwa di bawah wilayah 'keramat' itu mengandung logam yang bisa menciptakan gangguan magnet sekali lagi tak pernah menjawab pertanyaan yang sudah kepalang rumit. Diantara yang paling misterius, diantaranya saja, mengapa dari hampir semua wahana yang berhasil ditemukan reruntukannya, tak pernah ditemukan korban (manusia). Mereka seolah hilang tanpa jejak. Pecinta kisah misteri mungkin masih ingat dengan kasus hilangnya lima pembom TBM Avenger AL AS yang raib di sana pada Desember 1945 tak berapa lama setelah lepas landas dari pangkalannya di Fort Launderdale, Florida. Pesawat-pesawat ini pada awal tahun 90-an akhirnya di temukan tersungkur di lepas pantai, tak jauh dari pangkalannya. Namun anehnya tak satupun reruntukannya menyisakan jejak para awaknya.

Jadi kalaupun fenemona alam bertanggung-jawab dalam misteri di Segitiga Bermuda, paling tidak ada faktor eksternal lain yang ikut bertanggung-jawab dalam misteri penghilangan para awaknya. Dalam hal ini yang dimaksud, adalah sebuah komunitas asing yang peduli benar terhadap kekhasan manusia.

sumber:jelsandro.blogspot.com

Kamis, 11 Desember 2008

alangkah nyamannya aku dengan semua persamaan yang ada hingga melupakan suatu yang mendalam... perbedaan.... salah satu ketidaknyamananku saat teringat tentangnya, ingin ku robek rasa ini, karena terlalu lama ku genggam dan, telah melukai tanganku hingga terkoyak... sia-sia aku mengais titik demi titik untaian hati namun perbedaan yang ada telah menjauhkan hati yang terlanjur bertaut..

Sabtu, 11 Oktober 2008

Penerimaan

kalau kau mau ku kau terima kembali
dengan sepenuh hati

aku masih tetap sendiri

ku tahu kau bukan yang dulu lagi
bak kembang sari sudah terbagi

jangan tunduk! tentang aku dengan berani

kalau kau mau ku terima kembali
untukku sendiri tapi

sedang dengan cermin aku enggan berbagi

maret 1943, chairil anwar



Surat Cinta

surat cinta datang dari-Nya
melebur asa menanam perasaan
membaca surat cinta-Mu
tertitik air mata di lembaran

alunan simfoni tasbih
mengiringi taubatku
saat surat cinta-Mu menegurku
lewat indah artinya

bagian hati tak pernah
terlalu mencintai-Mu sekuat ini
hdayah datang saat,
surat cinta-Mu ku perdendangkan

teruntuk : untukku

Jumat, 10 Oktober 2008

chairil Anwar lahir di medan pada tanggal 26 juli 1922 dan wafat di Jakarta pada tanggal 28 april 1949 atau lebih dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" dalam judul bukunya yang berjudul "AKU" .
Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin ia dinobatkan oleh H.B Jasin sebagai pelopor Angkatan '45, dan puisi modern Indonesia.
Dilahirkan di Medan, sebagai anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes yang bekerja sebagai pamongpraja. dan Ibunya Saleha, masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Sutan Sjahrir (mentri pertama Indonesia). Semasa di Medan Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan pada Chairil Anwar. Dalam hidupnya yang jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal. Chairil melikiskan kedukaan tersebut dalam sajak yang luar biasa pedih.
"Bukan kematian benar yang menusuk kalbu. Keridlaan menerima segala tiba. tak kutahu setinggi itu atas debu. Dan duka maha tuan bertahta"
Chairil masuk sekolah Holland Indische School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada waktu zaman penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah Belanda, tapi ia keluar sebelum lulus. Dia mulai menulis sebagai seorang remaja, namun tak satupun puisi awalnya ditemukan.
Pada usia 9 tahun, setelah perceraian orangtuanya, Chairil Anwar pindah dengan ibunya ke Jakarta dimana ia mulai berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya belum selesai, namun Chairil Anwar menguasai bahasa inggris, belanda, dan jerman. Dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karangan pengarang ternama seperti : Rainer M Rilke, W.H. Aiden, Archibald MacLeish, H.Marsman, J.Slaurhoof, dan Edgar Du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung juga mempengaruhi puisi tatanan kesusastraan Indonesia.
Nama Chairil mulai dikenal setelah tulisannya dimuat di "Majalah Nisan" pada tahin 1942.
Wanita adalah dunia Chairil setelah buku. tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini. Dan semua gadis-gadis itu masuk dalam puisi Chairil Anwar. Namun dengan Hapsah, gadis Karawang ia menikah. Pernikahan itu tidak berlangsung lama akibat kondisi ekonomi dan sifat Chairil yang tidak mau berubah, Hapsah meminta cerai, saat anak mereka berumur 7 bulan.
Vitalitas puisi Chairil Anwar tidak pernah diseimbangi dengan kondisi fisiknya, akibat gaya hidupnya yang semrawut. Sebelum menginjak usia 27 tahun, ia telah terkena sejumlah penyakit. Hingga akhirnya ia meninggal dalam usia muda akibat penyakit TBC pada pukul 15.15 WIB. Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Makamnya di ziarahi oleh ribuan penggemarnya dari zaman ke zaman. Hari kematiannya di peringati sebagai Hari Chairil Anwar. Umur Chairil memang pendek, namun kependekan itu meninggalkan banyak perubahan pada kesusastraan Indonesia. Malah dia menjadi contoh terbaik,untuk sikap yang tidak bersungguh-sungguh dalam menggeluti kesenian. Sikap inilah yang membuat anaknya, Evawani Chairil Anwar, seorang notaris di Bekasi, harus meminta maaf pada peringatan kematian ayahnya pada tahun 1999,"saya minta maaf, karena kini saya hidup di suatu dunia yang bertentangan dengan dunia Chairil Anwar"
Berikut karya-karya Chairil Anwar :
1. Deru Campur Debu (1949)
2. Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
3. Tiga Menguak Takdir (1950) dengan Asrul Sani dan Rivai Apin
4. "Aku ini Binatang Jalang: koleksi sajak tahun 1942-1949", di edit oleh Panusuk Eneste dan kata penutup oleh Sapardi Djoko Darmono (1986)
5. Derai-Derai Cemara (1998)
6. Pulanglah Dia Di Anak Hilang (1948) terjemahan karya Andre Gide
7. Kena Gempur (1981) terjemahan karya John Steinbeck.

Rabu, 23 Juli 2008

pUiSi N biOgrAfI Q

jaLaN mAnA?
BiLa Q bErTAnyA pAdA jIwA, AdAKAh DiRi InI mENyIMpaN rASa? saaT q BerHarAp JiwA BerKatA tIdAK, ia MaLaH MeNgAnggUk.
saAt Q berCeRmIn pAdA nUrAni, nUraNI BeRbiSIk...
" LuPAkAn DIa "
daN semUa terASa menyeSAtkAn..... jaLaN manA YANg HaruS q aMBiL, JIkA KEDuAnYa adLah BAGiAN dARi pERmASaLaHan.....?
Yulia Melina, dilahirkan di sebuah rumah di pinggiran Kota Balikpapan pada tanggaL 21 juLi 1991.... Aku memiLiki 2 orang Adik yang bernama Rizza dan Haekel. kedua orangtuaku (allhamdulillah) masih ada. aku menyukai bidang tulis-menulis sejak kelas 2 smp. Aku paling menyukai dalam hal pembuatan novel, cerpen, dan puisi. aku termasuk tipe orang yang suka bercanda dan cengeng, tapi terkadang ada saatnya aku menyukai kesendirian. aku penyuka warna ungu, putih, dan hitam. hal yang paling aku benci di dunia ini adalah menunggu (meski menunggu memang di haruskan),di bo'ongin, dan aku paling benci sama orang yang suka ingkar janji. keinginan tebesarku adalah :
1. Aku ingin melihat kedua orangtua ku dapat hidup senang, bahagia di kala beliau tua nanti

2. Aku ingin cita-citaku terkabul, hingga dapat membahagiakan orangtua ku.
mengenai puisi diatas.......... sebenarnya puisi itu terinspirasi dari kehidupan seseorang yang namanya tidak dapat kusebutkan. puisi itu bercerita tentang perasaan bingung seseorang tentang perasaannya pada orang lain. Apakah itu cinta yang dirasakannya?

puisi

teruntuk dia yang jauh dari jangkauan hati.....

dewi cinta bersenandung,

bernyanyi meluap perasaan...

menari bersama dewa cinta

tertawa bernaung harapan

namun dukacita terselip

dibalik senyum manisnya...

berteman kepedihan,

bersahabat penderitaan